Jakarta, Detik35. Com
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan penghormatan terakhir kepada Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, yang meninggal dunia pada hari Jumat, 4 April 2025, di Jakarta. Mgr. Turang meninggal dunia setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Jakarta Selatan, akibat kondisi kesehatan yang menurun.
Sebagai bentuk penghormatan terhadap sosok yang dihormati tersebut, Presiden Prabowo Subianto secara langsung melayat ke Katedral Keuskupan Agung Kupang, tempat jenazah Mgr. Turang disemayamkan. Dalam kesempatan itu, Prabowo menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga besar Keuskupan Agung Kupang serta umat Katolik di Indonesia, yang telah kehilangan seorang pemimpin rohani yang sangat berpengaruh.
Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, Romo Krispinus Saku, dalam pernyataannya kepada media menyampaikan, "Dengan penuh iman dan pengharapan akan kebangkitan kami mengumumkan bahwa telah berpulang ke rumah Bapak di Surga, Mgr. Petrus Turang, Uskup Emeritus Keuskupan Agung Kupang, pada hari ini." Pernyataan ini menegaskan bahwa kepergian Mgr. Turang, meskipun meninggalkan duka yang mendalam, juga diterima dengan keyakinan penuh akan kebangkitan.
Mgr. Petrus Turang, yang menjabat sebagai Uskup Keuskupan Agung Kupang dari tahun 1990 hingga 2016, dikenal sebagai sosok yang sangat berpengaruh dalam perkembangan spiritual dan sosial di wilayah Nusa Tenggara Timur. Selama masa kepemimpinannya, Mgr. Turang menginisiasi berbagai program sosial dan pendidikan, serta dikenal karena pendekatannya yang penuh kasih dalam memimpin umat. Tidak hanya di kalangan umat Katolik, namun pengaruhnya juga terasa luas di masyarakat lintas agama.
Kepergian Mgr. Turang meninggalkan kekosongan besar, terutama di kalangan umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang dan sekitarnya. Banyak pihak yang merasa kehilangan, mengingat kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh Mgr. Turang dalam membangun kehidupan gereja dan masyarakat di wilayah tersebut.
Presiden Prabowo, yang turut memberikan penghormatan terakhir di Katedral, menegaskan pentingnya warisan yang ditinggalkan oleh Mgr. Turang dalam membentuk karakter dan semangat umat Katolik, khususnya di kawasan Timur Indonesia. Kehilangan ini bukan hanya dirasakan oleh umat Katolik, tetapi juga oleh seluruh bangsa Indonesia yang mengenal ketulusan dan dedikasi Mgr. Turang dalam pelayanan rohaninya.
Sementara itu, rombongan pejabat gereja dan masyarakat juga turut hadir untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Mgr. Turang. Kepergian beliau meninggalkan kenangan yang mendalam bagi mereka yang pernah dipimpin dan dibimbingnya, serta bagi umat yang merasakan kasih dan pengabdian beliau selama bertahun-tahun.(Redaksi)